Narada

 
 

10/08/2020 - 25/08/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | QHSE Management System BATCH 10 | DAFTAR SEKARANG

18/08/2020 - 21/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

21/08/2020 - 24/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

22/08/2020 - 23/08/2020 | QHSE Management System BATCH 11 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | QHSE Management System BATCH 12 | DAFTAR SEKARANG

31/08/2020 - 15/09/2020 | Pembinaan K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

05/09/2020 - 06/09/2020 | QHSE Management System BATCH 13 | DAFTAR SEKARANG

21/09/2020 - 04/10/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

Pentingnya memahami Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap pekerja mempunyai hak untuk bisa mendapatkan perlindungan atas Keselamatan dan kesehatan kerja. K3 merupakan salah satu faktor penting suatu perusahaan dapat produktif dan efisien terutama yang berhubungan dengan karyawan. Jika karyawan mengalami kecelakaan kerja maka akan mempengaruhi kinerja perusahaan. seperti produksi akan terhenti atau mengalihkan perhatian karyawan yang lain sehingga pekerjaan menjadi tertunda.

Agar dapat memberikan perlindungan atas keselamatan pekerja secara optimal, diperlukan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang konsisten dan berkelanjutan sehingga menciptakan kesadaran akan pentingnya bagi tenaga kerja dan bagi perusahaan.

Ruang Lingkup

Berikut ruang lingkup K3 berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 pasal 2 ayat (2) adalah sebagai berikut:

  1. dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan;
  2. dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau
    barang yang : dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi,
    bersuhu tinggi;
  3. dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah,
    gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan perairan, saluran, atau terowongan di
    bawah tanah dan sebagainya atau di mana dilakukan pekerjaan persiapan;
  4. dilakukan usaha pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan, pengolahan
    kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan;
  5. dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan emas, perak, logam atau bijih logam
    lainnya, batu-batuan, gas, minyak atau mineral lainnya, baik di permukaan atau di dalam
    bumi, maupun di dasar perairan;
  6. dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di daratan, melalui
    terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara;
  7. dikerjakan bongkar-muat barang muatan di kapal, perahu, dermaga, dok, stasiun atau
    gudang;
  8. dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air;
  9. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan;
  10. dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah;
  11. dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena
    pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting;
  12. dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lobang;
  13. terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, gas, hembusan angin,
    cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran;
  14. dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau timah;
  15. dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi, atau telepon;
  16. dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang
    menggunakan alat tehnis;
  17. dibangkitkan, dirobah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan listrik, gas,
    minyak atau air;
  18. diputar pilem, dipertunjukkan sandiwara atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang
    memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

Selain itu, peraturan mengenai K3 yang lain juga tercantum dalam Undang-Undang No 50 Tahun 2010 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menerapkan Keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja perlu dilakukan oleh semua pihak dalam perusahaan/organisasi. Namun, diperlukan juga seorang yang ahli K3 agar dapat mengatur dan mengarahkan mengenai persiapan dan perubahan dokumen yang diperlukan mengenai K3 serta mengawasi bahwa Undang-Undang No 1 Tahun 1970 ditaati dengan baik oleh semua pihak.

Ahli K3 Umum adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan ditugaskan menjalankan pengawasan dan membantu pelaksanaannya secara langsung.

Pada permenaker no. 2 tahun 1992 telah mengatur mengenai tata cara penunjukkan Ahli K3 Umum. Setiap perusahaan yang memiliki karyawan 100 orang atau lebih, atau memiliki resiko pekerjaan yang tinggi, wajib memiliki Panitia pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan juga minimal seorang Ahli K3 Umum. Peraturan ini berlaku untuk semua jenis indutri tanpa kecuali. Berikut kriteria penting yang tertuang pada Permenaker No. 2 Tahun 1992 pasal 2 ayat (2)

  1. Suatu tempat kerja dimana pengurus mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang;
  2. Suatu tempat kerja dimana pengurus mempekerjakan tenaga kerja kurang dari 100 orang akan tetapi menggunakan bahan, proses, alat dan atau instalasi yang besar risiko bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Selain kriteria yang harus diperhatikan dalam penunjukkan Ahli K3, beberapa persyaratan lain juga harus di lengkapi. Untuk mengetahui persyaratan mengenai penunjukkan Ahli K3 secara lengkap, dapat disimak dalam artikel mengenai Sertifikasi Ahli K3 Umum

Untuk menjadi seorang Ahli K3, harus menjalankan kewajiban sesuai dengan Permenaker No. 2 Tahun 1992 Pasal 9 ayat (1)

  1. Ahli keselamatan dan kesehatan kerja berkewajiban:
    a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan penunjukannya;
    b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau Pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Untuk ahli keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja satu kali dalam 3 (tiga) bulan, kecuali ditentukan lain;
    2. Untuk ahli keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan yang memberikan jasa dibidang keselamatan dan kesehatan kerja setiap saat setelah selesai melakukan kegiatannya.
    c. Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan/instansi yang didapat berhubung dengan jabatannya.

Jadi, Ahli K3 ditunjuk di tempat kerja dengan kriteria tertentu. Maka perusahaan yang tidak masuk dalam kriteria yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak wajib memiliki Ahli K3.

Untuk menjadi seorang Ahli K3, dapat mengikuti pelatihan K3 yang diselenggarakan oleh Narada Katiga dengan pengalaman yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

1 thought on “Pentingnya memahami Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja”

  1. Pingback: Manfaat Emergency Response Plan (ERP) | Narada

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Kami siap membantu anda