Narada

 
 

10/08/2020 - 25/08/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | QHSE Management System BATCH 10 | DAFTAR SEKARANG

18/08/2020 - 21/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

21/08/2020 - 24/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

22/08/2020 - 23/08/2020 | QHSE Management System BATCH 11 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | QHSE Management System BATCH 12 | DAFTAR SEKARANG

31/08/2020 - 15/09/2020 | Pembinaan K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

05/09/2020 - 06/09/2020 | QHSE Management System BATCH 13 | DAFTAR SEKARANG

21/09/2020 - 04/10/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

Investigasi Penyebab Kecelakaan Kerja (Domino Effect)

Salah satu yang mengakibatkan kecelakaan kerja adalah kurangnya pemahaman akan keselamatan dan kesehatan kerja. Seseorang yang mengalami cidera atau terluka saat bekerja disebabkan oleh beberapa hal seperti tidak mengetahui dengan baik kondisi dan situasi lingkungan kerja, tidak menggunakan APD yang sesuai, atau tidak berkonsentrasi saat bekerja.

Kecelakaan Kerja

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dalam Permenaker Nomor 03/MEN/1998 menjelaskan bahwa kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semual yang dapat menimbulkan korban manusia atau harta benda. Sedangkan dalam OHSAS, kecelakaan kerja adalah suatu kejadian tiba-tiba yang tidak diinginkan yang mengakibatkan kematian, luka-luka, kerusakan harta benda atau kerugian waktu.

Pengertian kecelakaan kerja menurut Undang-Undang No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga kerja menerangkan bahwa kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja. dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.

Teori Kecelakaan Kerja

Teori kecelakaan kerja dikemukakan oleh H.W. Heinrich, yang dikenal dengan nama teori Domino Heinrich. Dalam teori ini, kecelakaan kerja disebabkan oleh 5 faktor yang saling berhubungan, yaitu:

  1. kondisi kerja;
  2. kelalaian manusia;
  3. tindakan tidak aman;
  4. kecelakaan; dan
  5. cedera

Kelima faktor ini saling berhubungan layaknya domino yang saling berbaris dan berdiri tegak. Jadi, apabila salah satu dari kelima faktor “roboh”, maka akan menimpa faktor lainnya, seperti efek domino.

Menurut Heinrich, kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah menghilangkan poin 3 dari lima faktor penyebab kecelakaan kerja, yaitu tindakan tidak aman. Dengan menghilangkan faktor tersebut, maka saat poin 1 dan 2 “terjatuh” maka tidak akan sampai menimpa poin 4 dan 5 dikarenakan adanya jarak sehingga dampak dari kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

Peralatan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Peralatan standar keselamatan dan kesehatan kerja wajib untuk digunakan saat bekerja agar dapat memberikan perlindungan maksimal dari berbagai resiko celaka di tempat kerja. berikut beberapa peralatan keselatamatan dan kesehata kerja yang wajib digunakan.

  1. Pakaian kerja
  2. Sepatu kerja (safety shoes)
  3. Kacamata kerja
  4. Penutup telinga
  5. Sarung tangan
  6. Helm
  7. Masker
  8. Jas hujan
  9. Sabuk pengaman
  10. Tangga
  11. P3K

Faktor yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

  1. Faktor manusia
    Terdapat banyak faktor pendukung dari manusia ketika mengalami kecelakaan kerja. Misalnya seperti tidak konsentrasi saat bekerja, tidak menjalankan instruksi yang diberikan dengan baik, kekuatan fisik yang menurun/sakit/kelelahan, tidak memiliki kecakapan dan kemampuan dalam bidang pekerjaannya, tidak ingin bekerja sama, ceroboh, dan lain sebagainya.
  2. Faktor mekanik dan lingkungan
    Kecelakaan kerja dapat terjadi karena tidak adanya kesadaran untuk memakai alat pelindung atau alat pelindung yang dimiliki tidak lengkap dan tidak memenuhi standar. Selain itu, lingkungan kerja yang tidak baik seperti suhu yang terlalu panas, kurangnya ventilasi, alat atau mesin mengalami kerusakan saat dioperasikan, dan masih banyak faktor pendukung lainnya.

Klasifikasi Kecelakaan Kerja

Menurut ILO (International Labour Organization) atau Organisasi Buruh Internasional tahun 1992, kecelakaan kerja dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  1. Berdasarkan jenis pekerjaan
    a. Terjatuh
    b. Tertimpa benda jatuh
    c. Tertumbuk atau terkena benda-benda
    d. Terjepit oleh benda
    e. Gerakan-gerakan melebihi kemampuan
    f. Pengaruh suhu tinggi
    g. Terkena arus listrik
    h. Kontak bahan berbahaya atau radiasi
  2. Berdasarkan penyebab
    a. Mesin
    b. Alat angkut dan angkat
    c. Peralatan lain
    d. Bahan-bahan dan zat kimia serta berbahaya
    e. Lingkungan kerja
  3. Berdasarkan sifat luka atau kelainan
    a. Patah tulang
    b. Keseleo (dislokasi)
    c. Regang otot
    d. Memar dan luka dalam yang lain
    e. Amputasi
    f. Luka di permukaan
    g. Remuk dan gegar
    h. Luka bakar
    i. Keracunan mendadak
    j. Pengaruh radiasi
  4. Berdasarkan letak kelainan atau luka di tubuh
    a. Kepala
    b. Leher
    c. Badan
    d. Anggota atas
    e. Anggota bawah
    f. Banyak tempat
    g. Letak lainnya

Dampak Kecelakaan Kerja

  1. Kerusakan
    Kecelakaan kerja dapat menyebabkan dampak yaitu berupa kerusakan. Misalnya kerusakan yang menimpa bagian mesin pesawat alat kerja, proses, bahan, tempat dan lingkungan kerja
  2. Kekacauan Organisasi
    Karena kerusakan yang telah terjadi maka akan mengakibatkan kekacauan dari organisasi dalam proses produksi.
  3. Keluhan dan Kesedihan
    Bagi yang mengalami kecelakaan kerja akan berdampak pada kesakitan dan keluhan. selain itu teman-teman kerja juga akan merasakan kesedihan.
  4. Kelainan dan Cacat
    Dampak lainnya adalah mengakibatkan luka di tubuh yang apabila tidak ditangani dengan cepat atau luka yang dialami sangat parah maka akan menyebabkan kelainan pada tubuh hingga mengalami kecacatan
  5. Kematian
    Dampak yang paling fatal dari kecelakaan kerja adalah dapat mengakibatkan kematian.

Kecelakaan kerja dapat dicegah, yaitu dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan resiko celaka di tempat kerja. Faktor manusia dan faktor lingkungan maupun tempat kerja harus diperbaiki serta ditingkatkan lebih baik lagi. Dengan selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja seperti mengecek kondisi mesin dan peralatan agar layak untuk digunakan, menggunakan peralatan untuk melindungi yang sesuai standar dan lengkap, serta selalu memperhatikan dan menjalankan peraturan, instruksi, serta perintah yang diberikan dengan baik

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Kami siap membantu anda