Narada

 
 

10/08/2020 - 25/08/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | QHSE Management System BATCH 10 | DAFTAR SEKARANG

18/08/2020 - 21/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

21/08/2020 - 24/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

22/08/2020 - 23/08/2020 | QHSE Management System BATCH 11 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | QHSE Management System BATCH 12 | DAFTAR SEKARANG

31/08/2020 - 15/09/2020 | Pembinaan K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

05/09/2020 - 06/09/2020 | QHSE Management System BATCH 13 | DAFTAR SEKARANG

21/09/2020 - 04/10/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

Kebisingan di Tempat Kerja

Masalah kebisingan sering kita alami dan tidak hanya merupakan masalah di tempat kerja saja, tetapi juga di sekitar kita seperti suara pesawat terbang, suara senapan,suara mobil, dll. Tetapi terkadang kita tidak begitu peduli dengan suara – suara tersebut terutama suara mesin yang sedang beroperasi ditempat kerja, suara yang mendengung dari spare part mesin yang longgar, ataupun obrolan orang-orang di tempat umum yang membuat gaduh. Semua itu kita anggap biasa dan membiarkan fungsi tubuh kita beradaptasi dengan kondisi seperti itu hingga pada akhirnya merasa terbiasa. Padahal kondisi tersebut termasuk kondisi kurang nyaman dan tidak baik bagi kesehatan khususnya pendengaran.

Namun pada kenyataanya beberapa ahli mendefinisikan bising secara subyektif sebagai bunyi yang tidak diinginkan, tidak disukai, dan mengganggu. Secara obyektif bising terdiri atas gerakan bunyi kompleks yang terdiri atas berbagai frekuensi dan amplitude, baik yang getaranya bersifat periodik maupun non periodik. Bising sendiri mempunyai satuan frekuensi atau jumlah getaran per detik yang dituliskan dengan Hertz, dan satuan intensitas yang dinyatakan dalam decibel (dB). Sedangkan pengaruhnya terhadap manusia, bising mempunyai satuan waktu atau lama pajanan yang dinyatakan dalam jam per hari atau jam per minggu.

Jenis-Jenis Bising

Menurut jenisnya bising dapat dibagi menjadi 4 yaitu :

  1. Bising kontinu berspektum luas dan menetap (steady wide band noise) dengan batas amplitude kurang lebih 5 dB untuk periode 0,5 detik. Contohnya suara mesin, kipas angin, dll.
  2. Bising terputus putus (intermitten noise) dimana bising ini tidak berlangsung terus menerus melainkan ada periode relative berkurang. Contohnya suara lalu lintas, suara pesawat terbang.
  3. Bising Impulsif (kebisingan tunggal). Kebisingan jenis ini memiliki perubahan tekanan bunyi melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengaran. Contohnya suara mercon, bunyi ledakan.
  4. Bidingan Impulsif berulang yang terjadi secara berulang-ulang pada periode yang sama. Contohnya mesin tempa, pakubumi bangunan.

Beberapa sumber bising yang mengganggu kayawan di tempat kerja adalah bising mesin produksi, pada pabrik, desing mesin jet, mesin turbin pada kapal laut, letusan senjata, biding dari alat bantu kerja seperti mesin pemotong rumput, alat pemecah beton, alat penghisap debu, transportasi, dll

Dampak Kebisingan

Bising dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan pada pekerja seperti :

  • Gangguan fisiologis

Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, nadi dan dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris

  • Gangguan psikologis

Gannguan psikologis berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, emosi dll.

  • Gangguan komunikasi

Gangguan komunikasi dapat menyebabkan terganggunya pekerjaan, bahkan bisa berakibat kepada kecelakaan karena tidak dapat mendengar isyarat ataupun tanda bahaya.

  • Gangguan pada pendengaran (Ketulian)

Merupakan gangguna yang paling serius karena pengaruhnya dapat menyebabkan berkurangnya fungsi pedengaran. Gangguan pendengaran ini bersifat progresif tapi apabila tidak dikendalikan akan menyebabkan ketulian permanen.


Nilai Ambang Batas Kebisingan dan Alat Ukurnya

Masalah kebisingan ini tidak lepas dari perhatian pemerintah. Sebagai pembuat kebijakan, pemerintah berwenang membuat aturan agar warganya terlepas dari masalah kebisingan dan merasa terjamin kenyamanan dan kesehatannya. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan aturan mengenai nilai ambang batas/baku intensitas kebisingan. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.13/Men/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja, menyebutkan bahwa NAB kebisingan adalah sebesar 85 dB dengan waktu pemajanan selama 8 jam/hari. Sasaran dari peraturan ini adalah para pekerja yang pada umumnya bekerja selama 8 jam/hari dan berlaku di tempat kerja. Sedangkan batasan tingkat kebisingan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Batasan tingkat kebisingan dibagi menjadi 2, yaitu untuk lingkungan dengan waktu pajanan 24 jam yang kita kenal dengan Baku Mutu Lingkungan dan untuk tempat kerja dengan waktu pajanan 8 jam kerja atau Nilai Ambang Batas (NAB).

Pada lingkungan kerja yang bising diperlukan Program Konservasi Pendengaran (PKP. PKP merupakan program yang diterapkan dilingkungan tempat kerja untuk mencegah gangguan pendengaran akibat kebisingan kerja.Pada PKP diantaranya dilakukan :

  1. Identifikasi dan analisis sumber bising pada lingkungan dengan alat sound level meter (SLM) atau Noise dosimeter pada pekerja.
  2. Kontrol kebisingan dan kontrol administrasi
  3. Pemeriksaan audiometri berkala pada pekerja yang terpajan bising
  4. Penggunaan alat pelindung diri, dll


Mengontrol Kebisingan

Kebisingan yang mengganggu, dapat dikendalikan agar tidak semakin menggganggu pendengaran terutama di tempat kerja. Adapun cara mengontrol kebisingan :

  • Pengendalian pada sumber

Beberapa teknik yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Meredam bising yang ada
  2. Mengurangi luas permukaan yang bergetar
  3. Mengatur kembali tempat sumber
  4. Mengatur waktu operasi mesin
  5. Pengecilan atau pengurangan volume
  6. Pembatasan jenis dan jumlah lalu lintas dan lainnya
  • Pengendalian pada media bising

Langkah-langkah yang bisa dilakukan dengan cara ini adalah sebagai berikut :

  1. Memperbesar jarak sumber bising dengan pekerjaan
  2. Memasang peredam suara pada dinding dan langit-langit
  3. Membuat ruang kontrol agar dapat dipergunakan mengontrol pekerjaan dari ruang terpisah
  • Pengendalian pada penerimaan

Pengendalian dengan cara ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  1. Memberi alat pelindung diri seperti ear plug, ear muff, dan helmet
  2. Memberikan latihan dan pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja, khususnya tentang kebisingan dan pengaruhnya.


Kebisingan di tempat kerja merupakan gangguan bagi pendengaran dan salah satu potensi bahaya yang beresiko serta dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Terjadinya kecelakaan kerja sangat tidak diinginkan oleh siapapun, oleh sebab itu diperlukan pemahaman mengenai potensi bahaya di tempat kerja serta selalu menggunakan APD yang sesuai dan lengkap saat bekerja.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Kami siap membantu anda