Narada

 
 

10/08/2020 - 25/08/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

15/08/2020 - 16/08/2020 | QHSE Management System BATCH 10 | DAFTAR SEKARANG

18/08/2020 - 21/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 1 | DAFTAR SEKARANG

21/08/2020 - 24/08/2020 | Pembinaan dan Sertifikasi Auditor SMK 3 – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

22/08/2020 - 23/08/2020 | QHSE Management System BATCH 11 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | Pelatihan ISO Management System – Batch 2 | DAFTAR SEKARANG

29/08/2020 - 30/08/2020 | QHSE Management System BATCH 12 | DAFTAR SEKARANG

31/08/2020 - 15/09/2020 | Pembinaan K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

05/09/2020 - 06/09/2020 | QHSE Management System BATCH 13 | DAFTAR SEKARANG

21/09/2020 - 04/10/2020 | Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker | DAFTAR SEKARANG

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dan Audit SMK3

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) , sebagaimana tertuang dalam PP Republik Indonesia No.50 tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah sistem manajemen K3 secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mengendalikan resiko yang berkaitan dengan seluruh kegiatan kerja perusahaan. sesuai dengan dasar hukum

SMK3 atau OHSMS merupakan aplikasi K3 dengan menggunakan konsep ‘continuous improvement’ or ‘quality management’ yang berkembang luas diterapkan para pengusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Selanjutnya SMK3 semakin mendekati terhadap metode Total Quality Management (TQM), yang diterapkan dalam mengurangi resiko di tempat kerja dan memperbaiki kesadaran akan K3 di tempat kerja. PDCA merupakan suatu format yang digunakan dalam pengelolaan mutu manajemen, PDCA diintegrasikan dengan kapasitas kemampuan dasar perusahaan dalam pengelolaan K3 yaitu: Kapasitas Organisasi (sumberdaya perusahaan) dan dokumentasi.

Sumber Daya

Sumber daya perusahaan dalam pengelolaan K3 terdiri dari:

(1) peran dan tanggung jawab organisasi K3;

(2) Terbentuknya komite K3;

(3) Staff yang kompeten dan terlatih dibidang K3;

(4) Memiliki tenaga kesehatan;

(5) Memiliki tenaga keamanan;

(6) Tersedianya PPE (Personal Protective Equipment)/Alat Pelindung Diri;

(7) Adanya internal komunikasi;

(8) Adanya eksternal komunikasi.

Komponen sistem K3 menurut OSHA meliputi:

  • Komitmen manajemen di formulasikan dalam bentuk dikeluarkannya pernyataan pimpinan tertinggi suatu tempat kerja secara tertulis tentang komitmen pimpinan terhadap kegiatan K3 dalam bentuk policy (kebijakan) dan penentapan standar procedural operasional.
  • Partisipasi pekerja dalam kegiatan K3, dimana setiap tingkatan pekerja memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda dalam penerapan program K3. Para pimpinan berkewajiban dalam menetapkan kebijakan dan SOP, para pengawas kerja berkewajiban menjelaskan dan mengawasi pelaksakaan K3, serta para pekerja itu sendiri harus mengikuti standar operasional prosedur kerja yang aman menurut standar K3.
  • Setiap pekerja di berbagai tingkatan kerja wajib mengidentifikasi bahaya yang mungkin timbul di masing-masing tempat kerja. Semua jenis bahaya yang teridentifikasi dilaporkan kepada komite K3RS atau tim PPI untuk di analisis sejauh mana frekwensi dan konsekwensinya terhadap pekerja. Komite K3RS atau tim PPI akan mengumumkan cara-cara pencegahan yang mungkin bisa dilakukan untuk mengurangi bahaya kerja.
  • Program pencegahan dan pengendalian tempat kerja disusun oleh komite K3RS atau tim PPI, berdasarkan hasil analisa resiko kerja dan bahaya tempat kerja yang sudah teridentifikasi. Beberapa tahapan pencegahan dan pengendalian tempat kerja adalah sebagai berikut; (a) mengeliminasi bahaya kerja, (b) menentukan jenis subtitusi yang lebih aman, (c) mengubah rancangan tehnis yang lebih aman, (d) mengatur proses kerja dan tata laksana kerja yang aman serta (e) menyiapkan dan memberikan alat pelindung diri dari paparan bahaya kerja.
  • Pendidikan dan pelatihan K3 wajib dilaksanakan baik bagi pekerja baru maupun pekerja yang sudah lama. Pekerja baru harus di orientasikan terhadap alat-alat kerja yang tersedia dan prosedur kerjanya, sedangkan pekerja lama harus dilakukan pelatihan K3 terhadap adanya prosedur kerja atau alat kerja yang terbaru.
  • Program evaluasi dan perbaikan lebih dikenal dengan kegiatan audit. Maksud audit adalah untuk memastikan bahwa semua prosedur kerja dan peralatan kerja yang digunakan sesuai dengan standar kerja yang tertulis. Dari hasil audit bisa diketahui apa saja yang sudah dilaksanakan dan apa saja yang belum dilaksanakan, supaya bisa dilakukan perbaikan.
  • Koordinasi dan komunikasi antar bagian kerja yang terkait sangat lah penting, supaya program keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan rencana kerja yang telah di tetapkan dalam kebijakan pimpinan. Kegiatan K3 tidak berdiri sendiri tapi ada keterkaitan dengan bagian lain yang tidak berhubungan langsung terhadap proses produksi/jasa missal dengan bagian pengadaan dan distribusi barang atau alat kerja yang diperlukan.

Tujuan Sistem Manajemen K3

  1. Meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.
  2. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh.
  3. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas..

Pemahaman dan penerapan SMK3 dalam perusahaan sangat penting untuk dilakukan baik oleh karyawan maupun peserta pelatihan K3 supaya bisa meminimalisir terjadinya resiko bahaya saat bekerja dan dampaknya. Semakin baik dan efektif penerapan SMK3 didalam perusahaan, maka semakin terjamin juga keselamatan para pekerjanya.

Pelatihan SMK3 merupakan salah satu pelatihan K3 yang sangat penting untuk mengetahui apakah SMK3 itu diterapkan dengan baik oleh perusahaan, perlu dilakukan penilaian dan pengukuran terhadap SMK3 itu sendiri, yaitu dilakukannya audit SMK3. Untuk lebih jelasnya, berikut pembahasan mengenai audit SMK3 berikut.

Audit SMK3

Audit SMK3 adalah pemeriksaan secara sistematis dan independen terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dalam penerapan SMK3 di perusahaan.

Tujuan audit SMK3

  1. Menilai secara kritis dan sistematis semua potensi bahaya potensial dalam sistem kegiatan operasi perusahaan yang meliputi:
  2. Tenaga manusia meliputi kemampuan dan sikapnya dalam kaitannya dengan K3.
  3. Perangkat keras meliputi sarana / peralatan proses produksi dan operasi, sarana pemadam kebakaran, kebersihan dan tata lingkungan dan
  4. Perangkat lunak (manajemen) meliputi sikap manajemen, organisasi, prosedur, standar dan hal lain yang terkait dengan pengaturan manusia serta perangkat keras unit operasi.
  5. Memastikan bahwa pengelolaan K3 di perusahaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah, standar teknis, standar K3 yang berlaku dan kebijakan yang ditentukan oleh manajemen perusahaan.
  6. Menentukan langkah untuk mengendalikan bahaya potensial sebelum timbul gangguan atau kerugian terhadap tenaga kerja, harta, lingkungan maupun gangguan operasi serta rencana respon (tanggap) terhadap keadaan gawat/darurat, sehingga mutu pelaksanaan K3 dapat meningkat.

Jenis-Jenis Audit SMK3

Berdasarkan pelaksanaan audit SMK3, dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis audit yaitu audit internal dan audit eksternal.

  1. Audit internal

Penilaian ini merupakan penilaian yang dilakukan oleh perusahaan sendiri, yang bertujuan menilai efektifitas penerapan sistem manajemen K3 di perusahaan serta memberi masukan kepada pihak manajemen dalam rangka pengembangan secara terus menerus. Pelaksanaan internal audit idealnya dilaksanakan 2 kali dalam setahun dengan melibatkan seluruh bagian di perusahaan antara lain pada setiap unit operasi, lokasi dan departemen/bagian harus diikutsertakan dalam audit dengan metode uji silang (cross check). Audit internal dilaksanakan oleh personil yang independen terhadap bagian yang diaudit, bukan personil yang mempunyai hubungan langsung terhadap bagian yang diaudit, bukan personil yang mempunyai hubungan terhadap bagian tersebut, sehingga hasil yang didapat merupakan hasil yang obyektif. Personil yang melakukan audit juga harus terlatih dan berpengalaman.

  1. Audit Eksternal

Audit eksternal merupakan kegiatan pemeriksaan/penilaian yang dilakukan oleh badan audit yang independen, dimana bertujuan untuk menunjukkan penilaian terhadap sistem manajemen K3 di perusahaan secara obyektif dan menyeluruh sehingga diperoleh pengakuan dari pemerintah atas penerapan SMK3 di perusahaan. Fungsi audit eksternal ini sebagai umpan balik yang mendukung dalam perkembangan pertumbuhan serta peningkatan kualitas SMK3 yang ada di perusahaan. Pada audit eksternal ini, pemerintah akan memberikan sertifikat penerapan bagi perusahaan yang telah memenuhi standar pemenuhan. Kegiatan audit SMK3 ini sangat kompleks dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tapi bagaimanapun juga kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi perusahaan tersebut. Adapun tujuan audit SMK3 adalah untuk membuktikan dan mengukur besarnya keberhasilan pelaksanaan dan penerapan SMK3 di tempat kerja. Sistem manajemen K3 di tempat kerja dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali setiap tiga tahun.Manfaat audit eskternal antara lain :

  1. Memberikan suatu evaluasi yang sangat kuat mengenai pelaksanaan K3 di perusahaan / tempat kerja;
  2. Memberikan tata cara penyelenggaraan sistem pengawasan mandiri yang terus menerus terhadap sumber bahaya potensial dan K3 di perusahaan.
  3. Memberikan suatu indikator kuat bagi kinerja tenaga kerja bahwa pihak manajemen memperhatikan keadaan mereka terutama dalam hal pemenuhan syarat K3 termasuk pembinaan dan pelatihan K3 guna peningkatan keahlian dan ketrampilan.
  4. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang hubungan kerja menuju efisiensi secara menyeluruh.
  5. Membangkitkan daya saing positif pada setiap perusahaan untuk menjadi yang terbaik dalam bidang K3.
  6. Menambah kemampuan untuk memprediksi dan menganalisa potensi-potensi bahaya yang biasa menimbulkan kerugian perusahaan.
  7. Menurunkan kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan, penyakit akibat kerja dan kerugian-kerugian lainnya dengan menghindarkan inefisiensi manajemen secara menyeluruh.
  8. Bagi perusahaan yang berhasil meraih penghargaan bendera emas :
  • Menimbulkan rasa bangga manajemen dan tenaga kerja
  • Menimbulkan rasa kagum masyarakat.
  • Sebagai penambah spirit kompetitif perusahaan.
  • Mendapatkan nama dari pemerintah

Elemen Audit SMK3

Audit SMK3 baik internal maupun eksternal pelaksanaannya didasarkan oleh 12 elemen audit.

Elemen audit SMK3 terdiri atas 12 yaitu:

  1. Pembangunan dan pemeliharaan komitmen

Pihak manajemen dan seluruh karyawan membangun komitmen K3 dan bersama-sama memelihara komitmen tersebut.

  1. Strategi pendokumentasian

Perusahaan mendokumentasikan seluruh sistem, prosedur, instruksi kerjadan formulir yang berkaitan dengan pelaksanaan K3 di tempat kerja.

  1. Peninjauan ulang perancangan (design) dan kontrak

Perusahaan melakukan peninjauan ulang untuk setiap desain dan kontrak yang ada yang berkaitan dengan aspek-aspek K3.

  1. Pengendalian dokumen

Perusahaan memiliki sistem pengontrolan dokumen yang berhubungan dengan aspek K3 untuk memberikan status dokumen, tanggal dan persetujuan.

  1. Pembelian

Perusahaan menginetgrasikan aspek-aspek K3 dalam melakukan pembelian.

  1. Keamanan bekerja berdasarkan sistem manajemen K3

Perusahaan memastikan bahwa semua proses kerja dan semua aspek terkait yang ada di seluruh tempat kerja telah diterapkan dengan aman.

  1. Standar pemantauan

Perusahaan memiliki sistem pemantauan lingkungan tempat kerja dan pemantauan kesehatan karyawan.

  1. Pelaporan dan perbaikan kekurangan

Perusahaan memiliki suatu sistem pelaporan dan perbaikan terhadap setiap kekurangan yang ada.

  1. Pengelolaan material dan perpindahannya

Perusahaan memiliki suatu sistem yang mengatur penanganan dan perpindahan material dimana sistem tersebut juga mengintegrasikan aspek K3.

  1. Pengumpulan dan penggunaan data

Perusahaan memelihara catatan yang ada dan menyebarluaskan data yang berkaitan dengan kegiatan K3 di perusahaan.

  1. Audit Sistem Manajemen K3

Perusahaan memiliki suatu sistem yang memastikan seluruh karyawan dan manajemen yang ada di tempat kerja telah memperoleh pelatihan untuk setiap jenis tugas yang dilakukan.

  1. Pengembangan keterampilan dan kemampuan

Kriteria Audit SMK3.

  1. Perusahaan kecil dengan tingkat resiko rendah harus menerapkan 64 kriteria
  2. Perusahaan sedang dengan tingkat resiko menengah harus menerapkan 122 kriteria
  3. Perusahaan besar dengan tingkat resiko tinggi harus menerapkan 166 kriteria.

Dengan dilakukannya audit terhadap Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini, dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan sudah menerapkan SMK3 dengan baik dan sesuai prosedur atau belum. Selain itu, bagi para peserta pelatihan K3, dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dibidang audit SMK3 baik internal maupun eskternal, terutama berpotensi besar untuk menjadi seorang auditor SMK3 yang professional

1 thought on “Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dan Audit SMK3”

  1. Pingback: Manfaat Contractor Safety Management System | Narada

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Kami siap membantu anda